Propertiland Consulting

Tata Cara Menjual Tanah Warisan Menurut Hukum

Dapatkah tanah hasil warisan langsung dijual pada pihak ketiga tanpa balik nama kepada ahli waris terlebih dahulu?

Tanah yang diperoleh dari warisan seseorang yang telah meninggal untuk anak anaknya, wajib dilengkapi dokumen pokok berupa surat kematian, akta kematian dan surat keterangan waris. surat keterangan yang menunjukan telah meninggalnya seseorang dengan meninggalkan obyek warisan untuk beberapa ahli waris, dibuat oleh kepala desa setempat. Surat keterangan waris berguna untuk menunjukan siapa saja anggota keluarga yang berhak menerima warisan dari pihak yang ditinggalkan.


Tanah sebagai obyek warisan yang telah dibagikan kepada seluruh ahli waris merupakan obyek yang masing masing berdiri sendiri sehingga dapat langsung dipindah tangankan kepada pihak lain, misalnya dengan cara dijual. Pemindahtanganan tersebut dapat dilakukan tanpa harus balik nama terlebih dahulu, karena balik nama pada dasarnya dilakukan kepada pemilik terakhir. Untuk menghemat biaya balik nama, balik nama tidak perlu dilakukan dari pemilik awal yang telah meninggal kepada ahli waris, namun dapat langsung dilakukan dari pemilik pertama yang telah meninggal kepaad pembeli terkahir yang membeli obyek warisan tersebut. Untuk itu, surat keterangan waris diperlukan dalam hal balik nama kepada pemilik terakhir.Sebelum dilakukan balik nama, terlebih dahulu dilalui serangkaian proses pendaftaran tanah sesuai ketentuan dalam PP nomor 24 tahun 1997 sebagaimana telah dibahas sebelumnya.


Jika rangkaian proses tersebut telah dilalui dan telah diterbitkan sertifikat tanah, barulah balik nama dapat dilakukan atas nama pembeli selaku pemilik terakhir. Untuk BPHTB dibayar oleh ahli waris, beberapa daerah memberikan potongan hingga 50% karena warisan.  Jika tanah sebagai obyek warisan itu akan dijual kepada pihak ketiga dengan tanpa dibalik nama terlebih dahulu oleh ahli warisnya, maka pada saat pembuatan AJB, seluruh ahli waris harus tanda tangan. Hal ini mengingat nama pemilik yang tertera dalam sertifikat kepemilikan masih atas nama pemilik pertama yang telah meninggal. Ahli waris yang dapat menandatangani adalah ahli waris yang berhak sesuai surat keterangan waris yang telah dibuat sebelumnya.  Jika berhalangan, ahli waris dapat memberikan kuasa tertulis kepada salah satu ahli waris lain, baik itu kuasa dalam bentuk akta notaris, maupun kuasa di bawah tangan yang bermaterai cukup dengan legalisasi notaris


(dilarang mengutip artikel tanpa ijin dari penulis Propertiland Consulting)