Propertiland Consulting

Tata Cara Akad KPR

‚Äč



Setelah permohonan KPR yang diajukan pemohon disetujui oleh bank dengan diterbitkannya SP3K, langkah selanjutnya akan dilakukan akad kredit yang melibatkan konsumen selaku pembeli, developer selaku penjual dan bank selaku penyalur kredit. Akad kredit dilakukan kira kira 1 minggu setelah dikeluarkannya SP3K dan dilaksanakan di depan notaris. Sebelum melakukan akad, konsumen terlebih dahulu wajib membuka rekening bank penylaur KPR dan membayar biaya biaya proses KPR sebagaimana tercantum dalam SP3K. Pembayaran dilakukan dengan mengisi rekening tabungan pemohon dan otomatis akan dilakukan pendebetan oleh bank penyalur kredit.

Pada saat pelaksanaan akad, konsumen selaku debitor diminta untuk menandatangani beberapa doumen yang terkait dengan perjanjian kredit, diantaranya:

  1. Surat pernyataan penerimaan kredit. Surat ini berisi kesanggupan debitor untuk mengikuti seluruh proses pemohonan kredit dari bank tanpa paksaan dan tekanan pihak manapun.
  2. Surat kuasa pemindahbukuan rekening, berisi persetujuan debitor untuk memberikan kuasa bagi bank guna memblokir atau memindah bukukan sejumlah uang yang ada di tabungan debitor atas nama debitor sehubungan dengan pelaksanan kredit.
  3. Surat pernyataan pembelian rumah, yang berisi antara lain:
  4. Pernyataan debitor bahwa Ia telah mengetahui kondisi rumah yang dibelinya, baik lokasi maupun kondisi bangunannya
  5. Kesediaan debitor untuk tidak mengaitkan antara kondisi rumah yang dibeli dengan kelancaran pembayaran angsuran KPR dari bank
  6. Pernyataan debitor bahwa Ia telah mengetahui bahwa apabila sertifikat masih dalam proses atau masih berupa sertifikat induk, maka debitor tidaka akn mengaitkan proses pemecahan sertifikat tersebtu kepada bank, mengingat hal tersebut merupakan tanggung jawab pengembang
  7. Pernyataan debitor bahwa Ia telah memahami jika selama jangka waktu kredit dimungkinkan terjadi perubahan suku bunga dan angsuran KPR sesuai dengan kebijakan bank
  8. Kesediaan debitor untuk dilakukan pendebetan tabungan sewaktu waktu apabila terjadi keterlambatan pembayaran angsuran KPR
  9. Kesediaan debitor atas obyek jual beli untuk dibebani Hak Tanggungan. Hak Tanggungan akan hilang secara otomatis jika jangka waktu kredit telah berakhir atau telah lunas dengan diterbitkan surat Roya dengan biaya ditanggung debitor.
  10. Surat perjanjian kredit, yang berisi antara lain jumlah pokok kredit, penggunaan kredit, jangka waktu dan tanggal jatuh tempo, provisi, suku bunga dan perhitungannya, pembayaran kembali kredit, denda atas keterlambatan pembayaran, pembayaran ekstra, pembayaran dimuka dan pelunasan dipercepat, agunan kredit dan pengikatannya, agunan tambahan, asuransi atas barang agunan, penghunian dan pemeliharaan rumah, ketentuan jika debitor wanprestasi, pengawasan terhadap barang agunan, tanggung jawab para pihak, penagihan seketika seluruh utang, penguasaan dan penjualan barang agunan, penyerahan piutang kepada pihak lain, jangka waktu timbul dan berakhirnya hak dan kewajiban, kuasa yang tidak dapat ditarik kembali, serta alamat para pihak terkait.


Pada saat akad tersebut, debitor nyaris tidak ada kesempatan untuk mengusulkan perubahan atas draft perjanjian yang harus ia tanda tangani. Jika ada beberapa klausa yang memberatkan debitor, Ia tidak bisa berbuat banyak. Inilah salah satu kelemahan dalam perjanjian kredit dengan bank. Dapat dikatakan bahwa perjanjian tersebut hanya dibuat sepihak yang tentunya menghapus semua klusa yang berpotensi merugikan bank.Semua dokumen yang terkait dengan proses KPR ditandatangani di depan notaris kemudian disahkan untuk membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Selanjutnya, atas dasar PPJB tersebut, notaris akan membuat Akta Jual Beli untuk didaftarkan pada kantor pertanahan guna mendapatkan sertifikat