Propertiland Consulting

Depok sebagai jantung transportasi Jabodetabek di masa mendatang



JAKARTA - sebagaimana dilansir dari Okezone, Properti kawasan Depok semakin menggeliat berkat pembangunan infrastruktur di sana-sini, mulai rumah murah hingga apartemen berkelas ada di sini. Kota Depok sudah lama menjadi lokasi bagi para pekerja yang beraktivitas di Jakarta.

Lokasinya yang tidak begitu jauh dari Jakarta, serta kemudahan akses, baik jalan maupun moda transportasi, membuat kota ini sangat pas untuk mengembangkan konsep transit oriented development (TOD). Selama ini moda transportasi kereta rel listrik (KRL) Commuter Line bisa dibilang menjadi moda andalan untuk akses menuju Depok.

PT KCJ selaku badan yang mengurusi layanan KRL Commuter Line telah memperbaiki pelayanan transportasi massal ini beberapa tahun belakangan. Misalnya perbaikan stasiun, penambahan jadwal keberangkatan, dan penambahan gerbong yang melayani rute Depok menuju Jakarta.

Pembangunan infrastruktur lainnya, yakni dibukanya jalan tol Cijago (Cinere-Jagorawi) seksi 1 yang menghubungkan tol Jagorawi dan Kota Depok sejak 2012 lalu. Saat ini jalur tol Cijago seksi berikutnya mulai dibangun agar jalan tol Jagorawi akan terhubung langsung hingga wilayah Cinere. Adapun akses tol lain yang sedang dibangun di kawasan Depok adalah tol Desari yang merupakan singkatan dari Depok-Antasari.

Sesuai namanya, jalur tol ini akan menghubungkan Depok dengan wilayah Jakarta Selatan, yaitu kawasan Antasari. Proyek pembangunan tol ini masih dalam tahap pembangunan. Setelah dua proyek jalur tol tadi, masih ada dua jalan tol lagi yang akan melalui Kota Depok, yaitu tol Cicung yang akan menghubungkan Cimanggis dan Cibitung, serta tol Cigrak untuk menghubungkan Cimanggis dan Nagrak, Jawa Barat.

Tidak ketinggalan, moda transportasi yang kini sedang gencar dibangun, yakni light rail transit (LRT) juga akan melintasi Depok. Rencananya salah satu stasiun LRT dibangun di Cimanggis, Depok. Menurut Ferry Salanto, Associate Director Research, konsultan properti Colliers International Indonesia, pembangunan yang bersifat transit oriented development akan membuat properti di wilayah Depok semakin berkembang.

“Jika aksesnya semakin banyak, tentu masyarakat akan semakin tertarik bermukim di wilayah ini,” ucap Ferry.

Bukan hanya permukiman, area komersial juga diprediksi semakin berkembang di wilayah ini. Aleviery Akbar, Associate Director, Divisi Residential & Sale dari Colliers International Indonesia, memprediksi jika tol Desari telah beroperasi, maka proyek ini memicu pembangunan pusat perbelanjaan dan properti komersial lain di wilayah sekitar, termasuk Depok.

“Tol Desari akan melintasi wilayah yang sudah banyak permukimannya, maka potensi properti yang akan berkembang di wilayah ini adalah area komersial,” kata Aleviery.

Sementara, pembangunan apartemen di Depok berpusat di Jalan Margonda Raya. Wajar saja Jalan Margonda dijadikan sebagai jalan utama di Kota Depok karena di sini terdapat pusat pemerintahan serta menjadi pusat perekonomian di Depok.

Di Jalan Margonda berdiri berbagai pusat perbelanjaan, ruko, hingga hotel. Keberadaan fasilitas itulah yang dilirik pengembang sehingga muncul berbagai apartemen di wilayah ini. Ferry menambahkan, Depok harus mengembangkan konsep transit oriented development (TOD) karena banyaknya stasiun kereta dan jalan tol di wilayahnya.

TOD adalah pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran. TOD pun merupakan upaya memaksimalkan moda transportasi massal. Dengan tersedianya infrastruktur pendukung yang terintegrasi, tentunya pusat pertumbuhan baru juga akan bermunculan di Depok.